Kantor Berita Internasional Ahlulbait -ABNA- Sebanyak 660 ulama Sunni dari provinsi Sistan dan Baluchestan telah mengeluarkan pernyataan menyusul kesyahidan Pemimpin Umat Islam, Yang Mulia Ayatollah Imam Khamenei.
Berikut adalah teks lengkap pernyataan tersebut:
"Dan janganlah kamu menganggap orang-orang yang gugur dalam perjuangan di jalan Allah itu mati. Sesungguhnya mereka hidup di sisi Tuhan mereka dan menerima rezeki." — Allah Yang Maha Tinggi telah berfirman benar.
"Sesungguhnya kita milik Allah dan kepada-Nya kita akan kembali."
Umat Islam diliputi duka cita yang mendalam. Matahari yang bersinar telah terbenam di cakrawala jihad dan perlawanan; namun, cahaya petunjuknya akan tetap abadi di langit kebangkitan umat.
Yang Mulia Ayatollah Imam Khamenei, seorang hamba Allah yang saleh, Ahli Hukum Agung, dan Pemimpin Umat Islam yang bijaksana, setelah seumur hidup berjuang dengan tulus untuk meninggikan firman kebenaran, membela Islam yang murni, dan mendukung kaum tertindas di seluruh dunia, telah meraih karunia besar kesyahidan, bergabung dengan kafilah para syuhada yang bercahaya di jalan kebenaran.
Mujahidin yang gagah berani, berwawasan luas, dan bijaksana ini adalah penerus jalan para tokoh besar yang namanya menerangi sejarah Islam—dari Rasulullah, Muhammad Mustafa SAW, hingga Amir al-Mu'minin Ali, Syahid Mihrab, dan Sayyid al-Shuhada Imam Hussein. Kini, beliau pun telah mengambil tempatnya di antara para pemimpin Ummah yang gugur dalam sejarah perlawanan yang membanggakan.
Melalui kepemimpinan yang bijaksana dan tekad yang teguh, Imam Khamenei mengkonsolidasikan dan memperkuat fondasi Republik Islam Iran, mengubahnya menjadi kekuatan yang bermartabat dan tangguh di bidang ilmu pengetahuan, kemajuan, jihad, dan perlawanan. Ini adalah bangsa yang berdiri teguh melawan arogansi global dan menjunjung tinggi panji kehormatan dan kemerdekaan.
Pada akhirnya, pemimpin besar ini mencapai kesyahidan selama bulan suci Ramadan, bulan jihad dan wahyu Al-Quran, di tangan para penjahat paling kejam di zaman ini—teroris Amerika dan Zionis. Darah sucinya sekali lagi menyingkap sifat jahat musuh-musuh Islam dan kemanusiaan.
Kami, para ulama dan cendekiawan Ahl al-Sunnah di provinsi Sistan dan Baluchestan, menyampaikan belasungkawa dan simpati kami atas kehilangan yang sangat besar ini bagi umat Islam, bangsa Iran yang mulia, dan semua orang merdeka di dunia. Kami memohon kepada Allah Yang Maha Kuasa untuk membangkitkan kembali Pemimpin yang gugur ini bersama para syuhada Islam awal dan para wali-Nya yang saleh.
Tidak diragukan lagi, kewajiban agama dan sejarah para ulama, intelektual, dan semua pencari kebebasan di seluruh dunia, khususnya umat Islam, adalah untuk tidak tinggal diam menghadapi agresi terang-terangan dan kejahatan keji Amerika-Zionis ini. Serangan ini bukan hanya ditujukan kepada satu bangsa atau satu negeri; ini adalah serangan yang jelas terhadap Islam, iman, dan identitas umat Islam.
Oleh karena itu, kami, para ulama Ahl al-Sunnah Baluchistan, dengan keras mengutuk kejahatan mengerikan dan tragedi menyedihkan ini, dengan hati yang dipenuhi kesedihan namun penuh tekad dan semangat Islam, menyatakan jihad melawan rezim Zionis yang kriminal dan para pendukungnya yang arogan sebagai kewajiban agama yang besar
Lebih lanjut, sambil menyampaikan rasa terima kasih dan pujian kami kepada angkatan bersenjata Republik Islam Iran, kami mengumumkan dukungan penuh kami kepada Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dan Angkatan Darat Republik Islam Iran dalam membela kehormatan dan keamanan bangsa.
Sebagai penutup, kami menyerukan kepada rakyat Sistan dan Baluchestan yang mulia dan waspada untuk menjaga ketenangan, persatuan, dan kepercayaan kepada angkatan bersenjata. Dengan kesadaran dan wawasan revolusioner, biarkan mereka menggagalkan rencana dan hasutan musuh, kelompok pembangkang, dan antek-antek Pahlavi sejak dini, dan, seperti biasa, tetap menjadi penjaga keamanan, persatuan, dan martabat Iran Islam.
Your Comment